Rabu, 10 Agustus 2011
PERFORMANCE MERAH PUTIH Art perjalanan.3 (sumpah-sampah)
PERFORMANCE-MERAH PUTIH Art bersama The Jack Stafford Foundation
lokasi:SINAU-CIMD CIREBON
SUMPAH SAMPAH dalam kanvas MERAH PUTIH Art
berita sampah: CIREBON, KOMPAS.com - Sejumlah warga Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon memblokir jalan menuju TPA Kopi Luhur, yang dilalui truk sampah-truk sampah milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cirebon. Warga protes dilakukan warga sebagai buntut ketidakjelasan pengelolaan pabrik kompos di TPA tersebut. Pemblokiran jalan dilakukan Senin (22/3/2010) pagi, sekitar satu jam, mulai pukul 08.00.
Akibatnya, delapan truk sampah tak bisa masuk keTPA Kopi Luhur, dan terpaksa diparkir 1,5 kilometer dari TPA. Para sopir hanya menunggu untuk dapat masuk dan menurunkan sampah. Menurut Ayi (30), perwakilan warga kampung, warga sengaja menutup jalan agar sampah tidak masuk ke TPA dan pabrik kompos tidak beroperasi. Sebab, dalam satu pabrik itu ada dua perusahaan yang mengolah sampah pasar menjadi pupuk organik, yaitu PT Khatulistiwa Putera Mandiri (KPM) dan PT SAI.
Perselisihan antarperusahaan itu berimbas pada konflik antarburuh yang bekerja karena mereka berebut pekerjaan. "Jika ini dibiarkan, ada kemungkinan sesama warga yang kerja di dua perusahaan itu bentrok. Kami tidak ingin hal itu terjadi. Jadi kami ingin pabrik kompos itu ditutup dulu, tidak ada satu pun perusahaan yang beroperasi," kata Ayi.
Tuntutan warga langsung diterima oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Cirebon Eddy Krisnowanto. Menurutnya, untuk menutup pabrik tidak bisa serta merta dilakukan oleh Pemkot Cirebon. Hal ini harus diputuskan secara hukum, karena antara kedua pabrik terjadi sengketa usaha.
Keputusan untuk menutup pabrik tersebut, tambah Eddy, harus mendapat persetujuan dari Walikota Cirebon. "Kami upayakan putusan tentang sengketa usaha kedua perusahaan itu sudah ada jawabannya besok, atau paling lambat akhir minggu. Kami sedang memprosesnya," ujar Eddy.
Masalah sengketa dua perusahaan dalam satu pabrik pembuatan kompos ini berbuntut panjang karena ada 250 warga Argasunya yang bekerja di pabrik itu. Selama tiga bulan, sebagian pekerja menganggur karena salah satu perusahaan tidak berproduksi.
Eddy menjelaskan, warga akhirnya sepakat membuka jalan yang telah diblokir. Alasannya, sampah di Kota Cirebon, seperti di pasar tradisional akan menumpuk karena tidak terangkut selama truk tidak diizinkan membuang sampah di TPA Kopi Luhur.
nah.....loe....
sampah mu....
sampah ku...
sampah kita..
APAKAH kita SAMPAH JUGA...hahaha...
JELAS aku, kamu, kami bukan SAMPAH..
karena kita masih WARAS,
mau bersama bersihkan sampah...
dibumi tercinta ini,
mari bersama mengatasinya..
mengolahnya agar bisa bermanfaat
bagi kehidupan bersama..ok..
sebelum kita dikubur oleh,karena, sampah..
SUMPAH-SAMPAH JADI MASALAH..
JANGAN BIARKAN BUMI MENANGIS
judul lukisan pada perjalanan,3
salam MERAH PUTIH..
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








http://www.thejackstaffordfoundation.com/fr_blog.cfm lihat yoe...
BalasHapus